Konsep Pemikiran St. Augustinus Tentang Pengetahuan dan Pancaindera

JIWA SEBAGAI SARANA UNTUK MEMANDANG

KEBENARAN YANG SEJATI

(Konsep Pemikiran St. Augustinus Tentang Pengetahuan dan Pancaindera)

(OLEH: KOKO ISTYA TEMORUBUN, SS)

PENDAHULUAN

Sejarah filsafat abad pertengahan diawali oleh masa Patirstik. Masa ini diisi oleh para pujangga kristen dari abad-abad pertama kekristenan. Mereka berupaya meltekkan dasar intelektual bagi agama Kristen.[1]

Diantara para pujangga gereja yang muncul, tidak dapat disangkal, bahwa yang terbesar adalah Aurelius Augustinus atau lebih terkenal dengan nama St. Augustinus. Ia diakui sebagai pemikir yang terpenting dari masa patristik.

St. Augustinus lahir di Thagaste, propinsi Romawi Afrika 9sekarang Aljazair bagian barat) pada tanggal 13 November 354.[2] Pada umur 16 tahun ia mulai belajar ilmu retorika di Karthago. Pengalamanya membawa Augustinus kepada suatu pendekatan filsafat yang unik.

Pada umur 19 tahun, ia membaca buku Hortensius, tetapi buku ini tidak memberikan kepastian intelektual baginya. Lalu kemudian ia membaca buku Kitab suci tetapi itu tidak memuaskan karena ia menemukan problem kejahatan moral. Orang kriaten percaya bahwa Tuhan itu baik tetapi mengapa terdapat kejahatan di dalam alam ciptaan yang diciptakan baik adanya ini? Lewat aliran Manikheisme, pertanyaan tentang kejahatan dijawab serta mengatasi kontrdiksi keberadaan kejahatan di dunia yang ini. Tetapi muncul suatu pertanyaan baru, yakni “mengapa terdapat dua prinsip yang berkonflik dalam alam semesta ini?” aliran manikheisme tidak dapat menunjukkan jalan keluar yang pasti. Kemudian ia kembali kepada aliran Akademia yang menganut skeptisisme murni, yaitu bahwa manusia tidak dapat menemukan kebenaran. Kebenaran itu sendiri tergantung pada metode apa yang dipakai. Persoalannya adalah bagaimana metode itu ditemukan?

Pada tahun 384, ia pindah ke Roma dan mulai tertarik dengan iman kriten. Membaca Kitab Suci dan mempelajari filsafat Neo-Platonisme, khususnya tentang keberadaan sutu dunia yang immaterial yang secara total berbeda daro dunia material. Selanjtnya dari Plotinos, Augustinus mewariskan konsep, bahwa kejahatan bukanlah suatu realitas yang harus ada, melainkan absensi dari kebaikan.

Pada tahun 386, ia bertobat dan meninggalkan keahlian retorikanya, menurutnya filsafat yang benar adalah filsafat yang identik dengan pengetahuan akan Allah. Filsafat yang benar adalah filsafat yang saling mempengaruhi antara iman dan rasio.

I. Landasan Teoretis

Pandangan Augustinus tentang pengetahuan termasuk salah satu tema sentral dalam seluruh pemikirannya. Oleh karena itu dalam penulisan makalah ini saya akan membahas secara khusus pandangan Augustinus tentang pengetahuan dan pancaindera.

Sperti Plato, ia berpendapat, bahwa tugas manusia ialah memahami gejala kenyataan yang selalu berubah.[3] Ia memperjelas perbedaan penginderaan yang memberikan kepada kita pandangan yang semu tentang suatu objek dengan suatu pengertian tentang kebenaran yang sebenarnya atau yang abadi yaitu kebenaran yang berada di luar pengamatan inderawi. Pengetahuan tentang objek-objek melalui pancaindera hanyalah pengetahuan yang bersifat semu, tidak akurat dan tidak pasti.

Ada dua alas an yang mendasari pandangan Augustinus tersebut, yaitu: Pertama, objek yang diamati oleh pancaindera selalu berubah-ubah, sehingga esensi dari objek tersebut tidak dapat diamati oleh pancaindera. Misalnya, mata hanya dapat melihat pakaian yang selalu dipakai oleh manusia, tetapi mata tidak dapat memberikan kepada kita tentang hakekat dari baju itu kepada kita, misalnya apa itu? Kedua, pancaindera selalu berubah-ubah, misalnya selera makan yang berbeda antara si A dan si B tentang makanan yang mereka makan. Karena itu menurut Augustinus, keberadaan pancaindera harus diterima sejauh tampak pada objek.

Meskipun demikian muncul suatu pertanyaan, yakni bagaimana pancaindera dapat memperoleh kebenaran meskipun terbatas sifatnya?

Menurut Augustinus, mengetahui adalah salah satu aktivitas dari jiwa. Jadi ketika saya melihat suatu objek dengan pancaindera saya, maka muncul suatu gambaran tentang objek tersebut, gambaran tersebut, menurut Augustinus, dibentuk oleh jiwa atau akal budi. Misalnya saya melihat dan mengatakan, bahwa baju itu bagus, menurut Augustinus, dengan mata kita hanya mampu melihat sebuah baju, tetapi kata bagus yang ditambahakan merupakan hasil perbandingan dengan objek lain yang dibuat oleh jiwa atau akal budi.

Dari sini kita sudah dapat menarik suatu pemikiran, bahwa dalam mencapai suatu pengetahuan yang mendalam ternyata manusia harus menggunakan akal budinya atau jiwanya.

II. Relevansi

Pandangan Augustinus pada saat sekarang sangatlah relevan, banyak dari kita sebagai manusia, hanya melihat suatu kebenaran berdasarkan pancaindera kita. Misalnya melihat sesuatu yang bagus kemudian ingin memilikinya sehingga kadang kebutuhan manusia selalu berubah-ubah. Manusia tidak mampu melihat kebutuhan yang paling esensi dalam hidupnya. Misalnya pelajar yang memilih HP dari pada beberapa buku tulils. Sebagai manusia, menurut Augustinus, jiwa dan akal budi harus digunakan dalam mencari pengetahuan yang paling esensi dalam keseharian hidup kita.

Daftar Pustaka

Augustinus. Pengakuan-Pengakuan. Terj. Winarsih Arifin dan Th. Van Den End. Jakarta: Gunung Mulia; Yogyakarta: Kanisius, 1997.

Copleston, F. Ahistory of Philosophy. Vol II : Augustinus to Scotes. New York: Image Book, 1958.

Tafsir, A. Filsafat Umum Akal dan Hati Sejak Thales Sampai Capra. Bandung: Remaja Rosdakarya, 2001.        


[1] . J. Ohoitimur, “Ringkasan Sejarah Filsafat Masa Yunani Kuno dan Abad Pertengahan” (traktat Kuliah STF-SP, 2000), hlm. 98.

[2] . Ibid., hlm. 99.

[3] . Bdk Ahmad Tafsir, Filsafat Umum Akal dan Hati Sejak Thales Sampai Capra (Bandung: Rosdakaraya,2001), hlm. 87.

Satu Tanggapan to “Konsep Pemikiran St. Augustinus Tentang Pengetahuan dan Pancaindera”

  1. Frans aza Berkata

    Trims..infonya…ada tidak ya terjemahan bhs Indonesia tentang buku karangan St.Agustinus? Info-nya ada buku-buku karangan beliau yang menjawab banyak pertanya’an tentang iman..spt trinitas..devosi di Gua Maria..dll…sekarang ini kan banyak/marak pertanya’an tsb..trims sebelumnya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: